Cetak Own goal Menangkan Juventus, Begini Ujar Koulibaly

Kalidou Koulibaly memperoleh pengalaman pahit kala Napoli melawat menuju kandang Juventus, Minggu (1/9) dini hari WIB. Ia membikin own goal pada perpanjangan waktu yang membikin I Partenopei bertekuk lutut 3-4 dari Bianconeri.

Kalidou Koulibaly mengakui terpukul oleh pengalaman pahit ini. Tidaklah cuma berlangsung pada penghujung pertandingan, goal bunuh dirinya ini mengandaskan sebuah come back fantastis Napoli yang sempat terpaut 0-3 kala laga tinggal tersisa 28 menit.

“Itu own goal yang menyakitkan bagiku sebab berlangsung usai come back yang fantastis. Saya minta maaf, ” tutur Koulibaly sebagaimana dilansir Football5Star. com dari akun Twitter-nya.

Walau begitu, defender sentral dari Senegal ini menyatakan pengalaman pahit ini tidak bakal membuatnya dan Napoli terpukul.

“Aku wajib, kami wajib, menerima ini. Kami merupakan kesebelasan yang tangguh. Kami sudah menunjukkan hal tersebut. Kami bakal menunjukkan hal tersebut, ” tutur ia lagi.

Di partai yang bergulir di Stadion Allianz punya Juventus, Napoli kelabakan oleh serangan santer kesebelasan tuan rumah dan terpaut 2 goal kala jeda paruh pertama. Masuk ke paruh ke 2, pasukan Carlo Ancelotti bisa bangkit, namun justru terpaut 0-3 oleh goal Cristiano Ronaldo saat laga sudah berjalan hingga menit ke-62.

Namun begitu, hal tersebut tidak memukul Napoli. Koulibaly dan kawan-kawan memperkecil situasi via goal Kostas Manolas dan Hirving Lozano di menit ke-66 dan 68. Kemudian, saat laga bersisa 9 menit, Giovanni Di Lorenzo menyarangkan goal penyeimbang. 1 angka jua telah di hadapan mata.

Sayangnya, come back fantastis dan 1 angka dari Stadion Allianz buyar serta merta. Mencoba mementahkan free kick pada perpanjangan waktu, bola yang disapu Koulibaly justru melesat menuju ke dalam sarang Alex Meret. Napoli pun mesti kembali dengan tangan hampa dari kandang Juventus.

Liverpool Perlu Gerak Cepat Carikan Suksesor Moreno dan Sturridge

Mantan bintang Liverpool, Neil Mellor, menyarankan The Reds untuk memburu suksesor Alberto Moreno and Daniel Sturridge. Ke 2 bintang ini memang dipastikan akan pergi dari Anfield.

Kesepakatan kontrak Moreno dan Sturridge bakal berakhir bulan Juni ini. Liverpool tidak ingin kasih mereka pembaruan waktu bekerja.

“Apa yang bakal aku ucapkan ialah dengan Moreno dan Sturridge pergi dari Liverpool, ini artinya kami perlu bintang baru di tempat ini. Namun Andy Robertston sudah fantastis, dan bisa jadi Pelatih Jurgen Klopp mengetahui kami perlu ujung tombak anyar usai keberangkatan Sturridge, ” tutur Mellor di Soccerway.

Seperti dilansir Mellor, Liverpool jua tidak perlu pemain anyar di sektor sentral.

“Liverpool mengesankan. Tak terdapat rasa ragu mengenai ini. Tetap ada lagi yang akan muncul dari Naby Keita, Adam Lallana, dan Oxlade-Chamberlain di tempat pemain berposisi gelandang. Fabinho jua sudah beradaptasi dengan bagus. ”

“Anda menyaksikan tim Liverpool dan ini amat tangguh, dan aku tak merasa Klopp bakal memasuki jendela untuk pemain berposisi gelandang anyar, kecuali ia merasa seseorang bisa menambah kualitas lebih, namun Liverpool ada di dalam posisi di mana mereka bisa menarik lumayan banyak bintang mana juga di jendela, ” Mellor melanjutkan.

Oliver Giroud Masuk Radar Nice

Presiden Nice, Gauthier Ganaye, mengaku kesebelasannya berminat dengan ujung tombak Chelsea, Oliver Giroud. Menurut dirinya, walau telah berumur 32 tahun, Giroud tetap punya naluri apik di area berbahaya.

“Giroud ada di penghujung kesepakatan kontraknya. Ia terus main baik di umurnya, ” tutur Ganaye pada Telefoot.

“Ayo, tuturkan saja ini mungkin. Upahnya? Ya, ini amat expensive, ” tutur Ganaye.

Oliver Giroud telah mencatatkan 12 goal plus 8 assist untuk Chelsea, yang kebanyakan diciptakan di Liga Europa.

Tapi, di turnamen inti macam Premier League, Giroud hanya 7 kali diturunkan menjadi starter di dalam 24 penampilan. Peluang bertandingnya berkurang semenjak Chelsea mendaratkan Gonzalo Higuain di Januari 2019.

Hal itu membikin sang striker mengeluh. Dia berpikir jam bermainnya terlampau sedikit dan mau hengkang di penghujung musim mendatang. Nice juga bersedia menyambut Giroud dengan tangan terbuka.

Chelsea sendiri sebelumnya jua membuka pilihan untuk memperbarui kesepakatan kontrak Oliver Giroud satu musim lagi. Di mata Pelatih Maurizio Sarri, Giroud merupakan bintang yang amat bermanfaat jadi supersub.

Adapun Nice memang perlu pemain anyar di depan. Pasalnya, dari 33 laga yang sudah dijalani di Ligue 1 kampanye musim ini, Nice baru menyarangkan 23 goal. Mereka jua terpaku di tempat 8 klasemen.

Fokus Bareng Chelsea, Kante Tidak Pikirkan Real Madrid

Gelandang Prancis, N’Golo Kante, mengakui memusatkan perhatian bareng timnya sekarang, Chelsea, serta tidak memikikan pemberitaan yang menghubungkannya bersama Real Madrid.

Kante terikat kesepakatan kontrak di Stamford Bridge sampai tahun 2023 nanti. Tapi akhir-akhir ini dia terus dihubungkan dengan klub-klub, di luar Inggris, diantaranya Madrid.

Kante dilaporkan merasa kecewa dengan opsi taktik Maurizio Sarri. Dalam rencananya, Sarri terus menurunkan Kante menjadi gelandang serang.

Hal itu membikin Kante kabarnya mau hijrah ke Spanyol. Terlebih di sana terdapat seorang Zinedine Zidane yang sama seperti Kante, berasal dari Prancis.

Meskipun begitu, sang bintang tidak memperdulikan pemberitaan di media. “Aku di Chelsea serta saya tetap punya tujuan di sini, apa yang dibilang di area lainnya tak bernilai, ” tutur Kante pada Soccerway.

“Apakah Zidane menghubungiku? Ini tak penting. Saya di Chelsea serta memusatkan perhatian pada hal tersebut, ” Kante melanjutkan.

Semenjak direkrut dari Leicester City di 2016, Kante segera jadi bintang inti di Stamford Bridge. Kontribusi gelandang defensif internasional Prancis ini membawa the Blues menjuarai piala Liga Inggris pada kompetisi musim perdananya lalu Piala FA pada kompetisi musim selanjutnya.

Redknapp: Van Dijk Perpaduan Antar Ferdinand serta Terry

Bekas punggawa Liverpool,
Jamie Redknapp , takjub dengan efek instan yang disuguhkan Virgil van Dijk di Liverpool sejauh ini. Ia malahan tanpa bimbang menyatakan kehebatan sang pemain bertahan adalah perpaduan antar Rio Ferdinand serta John Terry.

Semenjak membela Liverpool musim dingin kemarin, van Dijk bertransformasi menjadi seorang sentral pada barisan belakang. Malahan ia dengan cara perlahan membenahi rekor kemasukan The Reds, yang sepanjang ini terus dicap menjadi kesebelasan yang punya barisan defensif buruk.

Menyaksikan dampak yang besar itu, Redknapp juga menyatakan jika bintang dari Belanda ini mengingatkan ia dengan bek-bek kuat yang telah terlebih dahulu bermain di Inggris.

“Kami baru setengah kampanye musim namun tak ada yang dapat mendekati van Dijk untuk memperebutkan Player of the Year. Ia merupakan satu-satunya bintang yang mau dimiliki seluruh team Inggris,” tutur Redknapp pada Mirror.

“Melihat ia berlaga aku jadi ingat bek-bek paling baik sepanjang sejarah Liga Inggris sebagaimana John Terry, Rio Ferdinand, serta Nemanja Matic. Ia merupakan perpaduan dari mereka semua. Ia membaca pertandingan seperti Terry serta memiliki kecepatan seperti Rio. Tidak sering menyaksikan ia terjebak di dalam kondisi 1 lawan 1,” lanjutnya.

Kehebatan van Dijk kampanye musim ini malahan diganjar ban leader oleh Jurgen Klopp. Di dalam sejumlah laga, dia terus diplot jadi leader kala Jordan Henderson serta James Milner tak diturunkan sang juru tak-tik.

Presiden FA Prancis Tutup Pintu untuk Benzema

Presiden Federasi Sepak bola Prancis (FFF), Noel Le Garet, mengatakan jika Karim Benzema tidak bakal balik lagi memperkuat tim nasional Prancis.

Benzema sesungguhnya sejak lama tidak ikut serta memperkuat tim nasional Prancis sejak mendapat skandal video asusila bareng Mathieu Valbuena di Oktober 2015 silam.

Hal tersebut membikin Benzema tidak ikut serta di dalam perhelatan akbar Piala Eropa 2016 serta Piala Dunia 2018. Akhir-akhir ini, di dalam sesi wawancara bersama satu dari sekian banyak wartawan prancis, Orang nomor 1 di FFF, Noel Le Graet,menilai jika Benzema mustahil guna balik lagi memperkuat tim nasional Prancis.

“Saya kira Les Bleus sudah usai baginya, serta Karim Benzema di dalam situasi paling buruk guna sementara waktu ini, ” tutur Noel Le Graet menurut dilansir BolaSport. com melalui laman Marca.

Walau memberi penilaian begitu, Le Graet berdalih jika ini bukan semata-mata guna menjatuhkan sang striker Real Madrid berumur 30 musim ini.

“Saya tak menyerang Benzema, dia terus berperilaku bagus bersama tim nasional Prancis. Tapi, aku kira masa yang dimilikinya (di timnas) telah berakhir, ” tutur lelaki 76 musim ini.